Di Batas Malam

 

Sempurnalah semua sepi di batas malam ini, mengurung sendiriku.
Terkulai diputar nelangsa yang bergejolak seperti api memakan kayu bakar, kemudian menjadi abu.
Menapaki satu jalan yang lengang, dengan hembusan angin yang kadang menyejukkan, yang juga kadang menjadi topan, yang menghancurkan. berpagut angan tanpa tujuan, kan kemana kutuju gelora cintaku”?

Pun dalam lembutnya rintik gerimis di batas malam ini, yang menemani sepiku. Aku masih terbuai di raut wajahmu yang lekat terkebat dalam anganku. Mengiringi sepatah kata bahagia yang menenggelamkan ujung nurani.
Di atas pengharapan cinta suciku tak juga berkesudahan”!

Tentang rinduku yang memuncak, namun hitam dan kusam..
Tentang sebuah cinta yang mungkin terbuang..
Kulukiskan satu namamu yang indah di antara jutaan keluh dan kesah Gundah gelisah, air mata, duka dan lara.

Masihkah ada tersimpan senyum darimu, walaupun sesaat’ Bidadariku”?,
Masihkah ada kerlingan hatimu, untuk berikan sedikit kasih saying darimu”?
Untukku di batas penantianku yang kini semakin hari semakin terbata…
Jika masih ada sedikit ruang cinta di hatimu’ untukku…!!
Berikan sebentar saja, sesaat saja, sedikit saja, tolong bicaralah..!!!, bicaralah bidadariku”!
walau Pada daun jambu dibelakang rumahku, Pada jalan membentang, Pada pohon-pohon rindang di belakang rumahmu, pada awan, pada bulan, pada matahari..! Dan pada angin yang mengusik keangkuhan.

Agar ada tanda yang dapat kubaca dan kuraba dari sosokmu Janganlah sepi yang selalu hadir dalam malam-malam dinginku Janganlah awan hitam dan angin kencang, janganlah semu yang membeku Karena aku selalu berjalan menujumu. Aku Sayang kamu……

Kedoya selatan 03102010

Posted By : Agun Riatmawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: