kisah di penghujung februari 2010

Ditelpon pun kini mulai jarang terima,, itu yang terbersit di benakku,,
Berubahkah dia??

“maaf ya k’ ngk dengar,, tadi lagi di jalan” send message
“iya,gpp.. Kamu apa kabarnya?”
Semenit,dua mnit,, oh no, 2 jam tanpa balasan..
Berubah 360 derajat!!

Teringat kembali saat itu,,,
“ngomongnya kok seperti itu,, seperti ada sesuatu yang maw diceritakan,, cerita lah k’,, terserah maw dimulai dari mana”
“bingung bagaimana jelaskannya,,”
“kk’ maw nikah ya”
Deg. Knp dia bisa nebak begitu? Batinku..
“ka’,,,”
“iya de’,, boleh?”
“hehehh,, kenapa minta ijinnya ke saya?? Kayak maw ijin poligambreng aja”
“yaaa,, karena nggak maw dibilang pencundang atau ingkar janji”
“yaelah k’,, kk’ kan cuma janji maw maen ke daerahku,, kan bisa aja setelah nikah ataupun dah punya anak…”
Hening sjenak.
“lagipula kita kan dah sepakat,, kalo bukan aku yang turut ngundang,aku yang diundang”
“de’ kenapa siy kamu baik skali?”
“ngk sebaik itu kok k’,, saya cuma berusaha lebih realistis saja”

Aku jadi semakin bingung,,,
“acaranya kapan ka’?” lanjutnya
“Belum taw kapan,, tergantung orang tua saja, masih nyari waktu yang tepat”

***

Hal yang paling menyiksa,,,, saat sadar kalo diri kita begitu merindukannya tapi tak mampu menghubungi lebih dulu.. Seperti cinta yang tanpa kusadari,, telah ada di hati..
Aku harus bagaimana,, bersikap tetap biasa saja atau gimana?! Sementara bathin tersiksa,, seperti ada sesuatu yang hilang,,
Can I hide my pain?!
{Cinta ini baru seperti akar,,,, akar yang belum begitu kokoh untuk menopang sebuah batang,,dahan,, atau bahkan ranting,,, mungkin juga daun-daunnya tak kan tahan diterpa angin,, sehingga akarnya tak mampu bertahan lama,,,,, haaallllaaaahhh,,asaaaall  :p }

2 hari tanpa bicara serasa aneh banget,, padahal biasanya biasa saja,, walaupun lebih dari 2 hari,, tapi ini setelah mendengar kabar itu, rasanya begitu berbeda,,,
Suhu badanku seperti naik,, apa aku demam hanya karena hal itu???

Semakin ku memikirkanmu,,rasanya semakin gila,,
Haruskah aku yang memulainya??
Huff,,, sepertinya aku tak sanggup,, aku hanya mampu menunggu saja..
Tapi apakah dia merasakan hal yang sama???atau sibuk dengan urusan pernikahan itu?? Atau dia juga menunggu aku yang menelponnya???
Mungkinkah kami sama-sama menunggu??
Rossa» terlalu cinta

5 hari sudah,,
Kangen rasanya,,tak mendengar suaranya;)
Sekitar pkl.9 malam aku menelponnya,,,
Apakah aku merasa wajib mencarikannya pedamping

“beruntung yang dapatin kamu”
“Kalimat ini sudah pernah aku dengar sebelumnya,,, 500 tahun yang lalu,,,” itu jawabnya,,,
Aku pun sejenak terdiam membisu,,, bingung mau ngobrol apa dengannya,, jujur aku jadi serba salah
“Mau ngomong apa sehh ka’?” pertanyaannya membuyarkan lamunanku,, aku jadi mikir untuk mencairkan suasana
“Mau bilang I love you,,, hehehh” ucapku cengengesan
,,Dia hanya terdiam,,

“Maaf ya de”
“Memangnya kk’ salah apa??”
“Maaf atas Kemunafikanku”
“Kemunafikan yang mana?” Tanyanya memojokkanku
“Jangan gitu dunk”
“Yaa kan supaya jelas,nggak ngerti saya ka’ ”
“Hmm nggak tau dehh” jawabku ngambang,,,
“Bahas yang lain saja dehh” lanjutku

“Aku tidak bisa nyalahkan Ade’ yang suka melanyani orang plin plan seperti saya”
“Hmm” dia cuma menjawab dengan gumaman

***

Aneh katanya nggak bisa lagi memanggilku sayang… saat hari ke7 dia nelpon lagi,, disaat lagi dapet n lagi cape’,,, jelas saja jadi uring-uringan ngomongnya,,, karena responku yang terkesan jutek,,akhirnya dia mengakhiri telponnya.

Merasa tak ingin jadi aneh,, aku mengiriminya foto pemandangan di hari ke9,,,pagi-pagi.
Dibalasnya dengan ucapan takjub,,
That’s all….

Hari ke-10 sekitar jam 9 lewat dia kembali menelponku,,,
Awalnya dia ngrasa aku seperti malas ngobrol dengannya yang hanya ingin tau kabarku saja,,
Hgh,,” ingin tau kabar” kesannya aneh,, ngapain coba nelpon hanya ingin tau kabarku,, impulsive.
Aku kembali teringat dengan firasatku yang sangat tajam,, saat dia hendak ngabarin mau merit pun dapat ku tebak,,,,
Benarkah firasat wanita itu tajam?? Setajam silet,, sehingga jika tak hati-hati bisa melukai diri sendiri,,, huff
Tak pernah kusangka,, aku patah hati
(Mulan-mitha)

Tapi entah mengapa aku seperti mendapat angin segar,, saat menanyakan sesuatu padanya🙂
“Kenapa tak memilihku ka’?”
Dia tersentak mendengar pertanyaanku,,
“Kenapa nggak dijawab ka’?”
“Tunggu dulu,,, kan tarik nafas dulu… Tapi jujur nggak tau apa jawabannya de”
“Pikir aja dulu ka’ kalau dah dapat jawabnya baru nelpon aku lagi,, yaa?”
“Kalo jawabnya dipikir dulu berarti ngarang donk”
“Ya jangan dikarang lah ka’,, dipikir aja dulu,, nanti besok nelpon lagi kalo dah tau jawabnya,,, sekarang aku mau istirahat ka’,, udahan dulu ya nelponnya”
“Iya de'”
Aku yakin dia pasti nggak bisa tidur karena pertanyaanku itu,,, tapi kenapa aku bisa sesenang ini ya?! Apa karena memang ini yang ingin aku tau,, sebabnya apa dia tak memilihku?!?!
Hmmm,,,kira-kira apa ya jawabannya….

***
Nelpon tapi nggak kedengaran,,,
“Iya ka’?” Smsku
Lalu ditelponnya langsung
“Maaf ya kemarin nggak sempat nelpon”
“Kan nggak ada keharusan untuk nelpon,,”
“Tapi kan dah janji”
Diam sejenak
“Ow iya,, kk’ kan mau ngasih jawaban,,”
“Masih bingung mau jawab apa”
“Kirain nelpon dah dapat jawaban pastinya,,”
“Nggak ada jawabannya de’ ”
“Semua pertayaan pasti ada jawabannya”
“Penting ya pertanyaannya?”
“Iya penting bagi saya ka’,,”
“Kalo menurut saya tidak penting tapi kalo menurut kamu penting ya harus dijawab”
“Iya, silahkan”
Diam beberapa saat
“Apa saya harus ulangi lagi,,” narik nafas dalam-dalam
“yang pastinya saya ikutin kata hati”
“Kok bisa?”Tanyaku
“Nggak tau”
“Kok bisa nggak tau?”
“Yaa,, kok bisa nggak tau ya?!” Ucapnya ngambang
“Saya juga merasa nggak pantas pengetahuannya minim,,karena wawasan kamu luas,,jadinya minder”lanjutnya
“Kalo dia gimana??”
“Biasa-biasa saja cuma,, tamatan smu”
Ku terdiam… Ternyata aku kalah dengan gadis yang cuma tamatan smu,,pikirku:(
“Sudah kan jawabannya?”
“Kenapa bukan saya?” Tanyaku ulang
“Kenapa bukan kamu? Yang jelas kamu nggak ada kurangnya,, jadi bingung jawabnya,, yaaa itung-itung nyenengin orang tua meski mereka nggak maksa truss.,, ngomong juga de”
“Iya dengar ka’,, nggak mungkin kan kk’ lagi ngomong dipotong” jawabku sambil berpikir keras
“Kalopun saya pilih kamu,,,tapi blum tentu kamunya mau kan ?”
Iya,,,jawabku dalam hati
“Saya jadi ngerti ka’,, kk’ mungkin diharuskan secepatnya,,instan,, tapi kalo dengan saya butuh Proses yang lama,,itupun belum tentu kita bakalan nikah 2 bulan kedepan,,mungkin bisa tahun depan,, saya paham betul gimana kemauan umminya ka’,,”

“Pilihan orang tua juga kan pasti terbaik untuk anaknya” lanjutnya menjelaskan bagaimana proses dia dan Dia tapi tak begitu masuk dalam otakku,, yang kudengar yaa hanya kalimat itu

“Ahhh legaaa rasanya………🙂 Sekarang aku pun jadi mengerti,
Mungkin bukan takdir kita ya ka’,,,, cuma terkadang saya jadi ngerasa kehilangan sesuatu yang seolah-olah tlah saya miliki,,
Dah terlanjur merasa nyaman ngobrol sama kk’,, jadi pas kejadian ini seperti ada yang ngambil hak milikku hehehhehh egois ya?!”
“Saya juga kan nggak tau apa yang sebenarnya yang kamu rasakan,,, saya coba ngorek-ngorek ternyata kamunya memang tertutup”
“Yaaa,,,mungkin karena kk’ bukan jodohku, makanya saya nggak bisa ngomong banyak”

***

Maret 15,,,
Pagi-pagi dia nelpon lagi,,,
Kali ini entah mengapa aku bisa se-rilex ini,,, becanda”,,
Memang siy saat ini semua itu belum terlarang,, tapi yang aneh,, dia mengajakku jadian,,
Bener-bener aneh bukan?? Pacaran di detik-detik terakhir?!*#@!!??
Aku juga sempet menggodanya,, jangan sampe salah saat ngucap ijab kabul,, huahahahhahahhh bisa-bisa aku disebut-sebut pengacau akad nikah ;P

Maret 19
Kembali dia menelponku,,,
Yang ini lebih aneh lagi,, dia mengajakku poligambreng
What?!
Karena aku pernah bilang kita ni seperti CLBK (cinta lama belum kelar) makanya dia berniat mau kelarin semua itu “nanti”…
I feel like “jadikan akuw yang keduaaaa,,, buatlah dirikuw bahagiaa””
Huufff

Maret 22
Menelponku siang-siang tapi nggak ku angkat,,
Sorenya ku sms
” Maaf ya ka’ nggak dengar,,lagi di angkot tadi,, sopirnya nyetel musik kenceng-kenceng”
“Yup ;)” itu saja balasnya

Besoknya dia nelpon lagi,, pagi-pagi
I can’t imagine that
Ternyata dia serius dengan ajakan poligaminya,,
I feel positive and also negative..

In positive:
HfFfff,,, I can’t wrote it😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: